Sang Pengagum

"sang pengagum"

hi..aku roy, masih ingatkan si pengagum wanita yang tak dapat aku miliki...setelah sekian lama menjadi sosok "pengagum" akhirnya aku dapat lebih dekat dengannya, yah meskipun hanya sebatas teman untuk saling berbagi cerita selama menjadi mahasiswa aku cukup senang bisa lebih dekat dengannya bahkan hubungan kami makin dekat saja...

hari demi hari telah kami lewati dan ceritapun bukan lagi hanya sekedar obrolan mahasiswa tentang kesibukan tugas saja tetapi dia sudah mulai terbuka bahkan dia sempat menemuiku sembari menangis sontak saja itu membuatku terkejut...lalu bak superhero yang akan menyelamatkan wanita idamannya..kuhapus air matanya dan kubelai rambutnya sembari aku bertanya.."kamu kenapa,ada yang usilin kamu"..dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya, aku pun bertanya lagi "terus kanu kenapa sampai nangis begitu..cerita sama aku", yah..jujur pada saat itu aku bingung,seharian itu dia hanya mampu menangis dipundak ku..dan akupun terus berusaha untuk menenangkan sembari terus bertanya adapakah gerangan...dan jawaban yang aku terima pun sama, hanya gelengan kepala dengan mulut yang tertutup rapat-rapat...

sudah seminggu lebih aku tak bertemu dengannya lagi semenjak kejadian saat itu..aku coba untuk mencari tau keberadaannya lewat teman-temannya,dan jawaban yang aku dapati hanyalah gelengan kepala dan ketidaktahuan mereka akan dirinya..."dimana saturnus ku, kenapa ia menghilang begitu saja bak ditelan bumi..hilang tanpa kabar" gumam ku...dengan diliputi rasa was-was dan rasa kehilangan akan sosoknya aku coba untuk menghubunginya melalui telepon,namun hasilnya pun sama, nihil..diliputi rasa penasaran yang amat mendalam aku terus mencoba mencari tau keberadaannya dan terus menelponnya..aku tak ingin rasa putus asa ku membuatku menyerah, aku tak ingin dia terus sendirian...

tepat sepuluh hari dia menghilang tanpa kabar ia menelpon tepat jam dua belas malam..sontak saja aku langsung terbangun dari lelapnya tidurku ketika aku mendengar suara telpon berdering dan kulihat namanya tertera dilayar hp ku...dengan gerakan melebihi 350 km/jam aku langsung mengakat teleponnya.."hallo..assalamualaikum"..."walaikumsalam"..ku dengar suara serak kering dan sangat berat.."kamu kemana aja,terus suara kamu sampai kayak gitu".."maaf roy..aku lagi butuh untuk sendiri,aku mau ketemu sama kamu besok ditempat biasa kita ketemu..aku mau cerita tentang masalahku, aku enggak tau lagi harus cerita dan ngadu dengan siapa kalo bukan sama kamu roy"..."oke,besok aku tunggu ditempat biasa jam dua siang,kamu jangan sedih lagi yah kasian tuh sama suara".."siap bos..makasih ya"...dan akhirnya dia muncul kembali..dan besok kami akan berjumpa kemabali....

Comments

Popular posts from this blog

Kita Kembali Bertemu

Sebuah Permohonan