Dear april... Sebelumnya aku tidak pernah sebahagia ini ternyata mengikhlaskan membuatku lebih tenang aku sudah lelah menggenggam pisau berbilah tajam meski luka karena genggamannya masih berbekas jelas... Rasanya masih kuingat, indah mengalun alun di bawah pohon yang rindang kamu yang menawan pernah meraih tangan ku, berbisik untuk tetap selamanya bersama...lalu engkau teriak...dan meninggalkan aku yang sendirian dibawah pohon yang rindang... Aku tidak tahu kapan buah dari pohon ini akan jatuh, yang aku takutkan ketika buahnya jatuh tepat di kepala ku dan akupun tak dapat menghindar, karena untuk bergeser sedikitpun aku malas... Aku ingin tetap di sini, di tempat yang sama dimana aku menunggu mu seperti dulu kamu meraih tangannya... Mungkin cuma buah yang akan jatuh di kepalaku, bisa saja ranting, kayu yang besar, atau bahkan pohon tempat ku berlindung ini akan roboh menimpa ku... Padahal... Aku membutuhkan rindangnya untukku berteduh anginnya yang membuatku semakin bera...