Posts

Maaf, Bintangku Terlalu Redup

Apa kabar senjaku...kali ini tulisanku tentang kamu, tentang manisnya bersama tapi tidak bersatu..juga hal-hal indah yang selalu kita lewati berdua...Kenalkan, aku ini pengagum senjamu yang paling dekat, kamu tidak pernah tahu selama ini aku menyimpan rasa yang terlalu dalam untuk kamu yang terlalu tidak mungkin...

Sebuah Permohonan

Seseorang bertanya kepadaku, Jika hari ini satu permohonanmu akan dikabulkan maka apa permintaanmu kepada Tuhan..? Aku akan meminta pada Tuhan agar tidak pernah melepaskan kebahagian dari hidupnya..mungkin terdengar sebuah permintaan sederhana yang klasik bagi mereka yang mencintai tanpa ditakdirkan memiliki... Tapi bagiku, melihat seseorang yang aku cintai hidup dalam kebahagiaan, cukup ku jadikan alasan berbahagia di hidupku..percayakah kamu, cinta yang tumbuh dalam sebuah ketulusan seperti sebuah kekuatan..? Jika kamu percaya, itu artinya kamu telah merasakan seberapa besar cinta sanggup menguatkan seseorang meski takdir untuk memiliki tidak bisa di menangkan.. Seseorang pernah mengatakan kepadaku... "jika kamu tidak bisa memiliki raganya, tak apa..asal kamu tidak kehilangan waktu untuk selalu memeluknya di tubuh doa" kemudian aku tersenyum, ia pun melanjutkan "bahwa cinta yang baik tidak pernah berakhir sia sia di mata Tuhan dan malaikat-malaikat-Nya"  ...

Dear April

Dear april... Sebelumnya aku tidak pernah sebahagia ini ternyata mengikhlaskan membuatku lebih tenang aku sudah lelah menggenggam pisau berbilah tajam meski luka karena genggamannya masih berbekas jelas...  Rasanya masih kuingat, indah mengalun alun di bawah pohon yang rindang kamu yang menawan pernah meraih tangan ku, berbisik untuk tetap selamanya bersama...lalu engkau teriak...dan meninggalkan aku yang sendirian dibawah pohon yang rindang... Aku tidak tahu kapan buah dari pohon ini akan jatuh, yang aku takutkan ketika buahnya jatuh tepat di kepala ku dan akupun tak dapat menghindar, karena untuk bergeser sedikitpun aku malas... Aku ingin tetap di sini, di tempat yang sama dimana aku menunggu mu seperti dulu kamu meraih tangannya... Mungkin cuma buah yang akan jatuh di kepalaku, bisa saja ranting, kayu yang besar, atau bahkan pohon tempat ku berlindung ini akan roboh menimpa ku... Padahal... Aku membutuhkan rindangnya untukku berteduh anginnya yang membuatku semakin bera...

Kita Kembali Bertemu

Pertemuan adalah permulaan dalam proses belajar menemukan, sebuah ritual tanpa janji, lepas tanpa memikat..seakan akan batin sedang berdialog manja denganmu kala itu... Padahala, tangan sudah berkeringat dingin dan bergetar tak berfikir panjang apakah harus kumiliki atau sekadar basa basi, hanya bisa menikmati saat itu... Tapi,..perlahan aku tenggelam dalam lautan rasa penuh harap ketika memandang elok parasmu, seketika juga teringat aku hanyalah sebutir batu di antara mutiara, yang tak layak di bandingkan... Aku merasa bagai jangkar berkarat yang tenggelam tidak berdaya di dasar samudra nan dalam... Kamu berjalan mendekatiku..sedetik senyuman dilontarkan ketika akhirnya kamu hanya permisi untuk sekedar melewatiku berlalu begitu saja... Oh tidak... Sejahat itukan anugerah paras yang indah, aku yakin sudah ratusan orang yang di sihir dengan senyum mu... Bahkan kamu memilih tanpa ekspresi pun aku tetap larut mencintai mu... Aku seketika menjadi orang paling naif yang seketika menc...

Aku Ingin Menyapamu Lagi

Ingin sekali diriku mengirimmu pesan singkat bertanya perihal kabarmu atau sesekali mengucapkan selamat tidur dan selamat pagi... Atau mungkin menuliskan aku rindu kamu, Namun...kau mungkin adalah orang asing bagiku sama seperti yang kamu ucapkan dulu sebelum aku begitu mengenalmu... Aku orang yang asing bagimu dan yang selalu aku bingungkan adalah aku yang kamu sakiti, tapi tetap saja aku ingin mengajakmu berbicara..aku tidak suka kamu diam begini menjauhiku seolah aku adalah orang yang paling kamu benci... Aku hanya ingin kita menjadi dua orang yang baik-baik saja... setiap kali aku mencari perihal tentang kamu bahkan saat kamu menyakitiku begitu parahnya aku masih meyakini bahwa kamu adalah orang yang begitu baik meski sesaat setelah itu bukan lega yang ku rasa tetapi sesak menghimpit dada..kamu sudah sibuk dengan duniamu sendiri tidak ada lagi aku yang kau tuliskan seperti dulu... Jujur...semenjak kehilanganmu aku tidak pernah baik-baik saja, aku pernah sekali ingin me...

Sebuah Usaha Melupakan

Suatu masa dimasa silam, aku pernah bertahan sekuat-kuatnya untuk seseorang bahkan separuh waras ku abaikan, aku menjadi apapun asal bisa dengannya agar semua yang ku inginkan dapat kumiliki...waktu itu aku membutakan diri sebuta-butanya menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada... Aku ingin dia, kuperjuangkan sekencang-kencangnya berlari...hingga tersungkur aku setengah mati, namun yang aku dapatkan adalah kenyataannya dia tidak peduli...hari-hari patah dan kalah, hari-hari kecewa dan jatuh akhirnya kulalui juga...panjang rentang waktu terasa, nyatanya luka lebih dalam dari apa yang aku kira... Aku menenangkan diri berkali lipat dari patahhati-patahhati sebelumnya dia tak hanya menghancur kan harapanku dia juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang dia miliki kepadaku, dia membuat yang kuberikan segalanya dibalas hantam tangis sehina-hinanya ia campakan begitu saja hingga sepenuh latar bumi sepalung lautan ku kutukan sepi sepanjang hidupnya.. Hari itu usa...

Sang Pengagum

"sang pengagum" hi..aku roy, masih ingatkan si pengagum wanita yang tak dapat aku miliki...setelah sekian lama menjadi sosok "pengagum" akhirnya aku dapat lebih dekat dengannya, yah meskipun hanya sebatas teman untuk saling berbagi cerita selama menjadi mahasiswa aku cukup senang bisa lebih dekat dengannya bahkan hubungan kami makin dekat saja... hari demi hari telah kami lewati dan ceritapun bukan lagi hanya sekedar obrolan mahasiswa tentang kesibukan tugas saja tetapi dia sudah mulai terbuka bahkan dia sempat menemuiku sembari menangis sontak saja itu membuatku terkejut...lalu bak superhero yang akan menyelamatkan wanita idamannya..kuhapus air matanya dan kubelai rambutnya sembari aku bertanya.."kamu kenapa,ada yang usilin kamu"..dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya, aku pun bertanya lagi "terus kanu kenapa sampai nangis begitu..cerita sama aku", yah..jujur pada saat itu aku bingung,seharian itu dia hanya mampu menangis dipundak ku...